[Ilustrasi] Wahsyi tahu dirinya tak layak. Namun, hatinya tak bisa berbohong—ia merindukan Rasulullah. Ingin mendekat, namun dosanya menahannya. Maka dari kejauhan, ia mencuri pandang. Berulang kali. Setiap kali Rasulullah lewat, ia menunduk, lalu diam-diam mengangkat wajahnya lagi—ingin melihat lebih lama. Ia hanya bisa menangis dalam diam, namun setidaknya ia masih bisa melihat sang Nabi—melihat cahaya di wajahnya, kasih di matanya. Lalu kita? Jarak kita lebih jauh… Bukan hanya oleh dosa, tapi oleh waktu. Jika Wahsyi menangis karena tak bisa mendekat, mengapa kita tidak menangis lebih kencang dan tersiksa, ketika bahkan untuk mencuri pandang pun tak bisa? _azkiyafa #wahsyibinharb #sahabatnabi #nabimuhammad #nabimuhammadsaw #rasulullah #rasulullah_saw #allahummashollialasayyidinamuhammad #allahuakbar #rindu #sejarahnabi #sejarahsahabatnabi #sejarahislam #rasulullahdansahabat #islam #muslim #hijrah #videoislami #aesthetic #fyp #foryoupage #foryou #4u #trending
MI (10), seorang siswa kelas IV Sekolah Dasar Yayasan Abdi Sukma di Kota Medan, Sumatera Utara, menjadi perbincangan setelah video dirinya duduk di lantai kelas karena menunggak biaya sekolah selama tiga bulan viral di media sosial. Kamelia (38), ibu dari Mahesya, tak kuasa menahan tangis saat mendapati anaknya duduk di lantai keramik sejak 6 Januari hingga 8 Januari, tanpa diizinkan mengikuti pelajaran. Sebagai relawan Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP), Kamelia aktif membantu masyarakat yang kesulitan, termasuk mendampingi pasien. Namun, kehidupan keluarganya tidaklah mudah. Suaminya bekerja sebagai kuli bangunan yang merantau, sementara pendidikan anak mereka bergantung pada bantuan dana seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP). Sayangnya, dana KIP itu belum juga cair, sehingga ia belum mampu melunasi SPP anaknya. Penulis: Rachmawati / #Siswa #Sekolah #Guru #Duduk #Medan #Peristiwa ##Texvid #JernihMelihatDunia